Merubah Doa Biasa Menjadi Doa Luar Biasa

Berdoa adalah bentuk ibadah seorang hamba kepada Allah. Ia tidaklah berbeda dengan amal ibadah lainnya yang seorang hamba kerjakan sembari berharap ganjaran pahala dari Allah, seperti shalat, puasa, sedekah, dan sebagainya.

Dengan berdoa dan meminta segala hajat kepada Allah, seseorang bisa menuai pahala yang besar dari Allah Ta'ala. Karena sejatinya, ia adalah ibadah. Apalagi jika doa yang dipanjatkannya tadi Allah kabulkan, maka itu menjadi tambahan 'bonus' baginya.

Namun, ada hal-hal yang kita wajib yakini ketika ingin berdoa kepada Allah. Sebagian orang terkadang melupakannya atau tidak menyadarinya ketika mereka menengadahkan kedua tangan meminta kepada Allah Azza wa Jalla.

Berikut ini 3 hal yang kita kudu perhatikan dan yakini ketika ingin berdoa kepada Allah:

1. Yakin bahwa Allah Maha Mendengar, termasuk mendengar doa kita.

2. Percaya bahwa Allah Maha Kuasa untuk menolong dan memenuhi permintaan kita.

3. Menyadari bahwa Allah itu dekat dan sayang kepada hamba-hambaNya yang beriman lagi bertaqwa.

[Faedah ini diambil dari ceramah yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Abdul Aziz As-Sindi hafidzahullah yang berjudul: Kalimatun fid Du'a]

***

Pembaca Alukatsir Blog yang dimuliakan Allah, saya akan coba jabarkan ketiga hal tadi agar kita semua lebih memahami dan mengerti rahasia di balik suatu doa yang mengandung tiga keyakinan yang telah disebutkan diatas.

• Kita harus yakin bahwa Allah itu Maha Mendengar. Ketika berdoa, kita harus percaya bahwa Allah mendengar suara dan untaian doa hamba-hambaNya.

Jika tidak percaya hal ini maka buat apa seseorang bersusah payah berdoa kepada tuhan yang dia sendiri tidak yakin bahwa tuhannya maha mendengar suara sekecil, selirih, dan selemah apapun suara itu.

Allah Azza wa Jalla menceritakan kisah Zakaria dan doa yang dipanjatkannya, Allah berfirman:

هنالك دعا زكريا ربه، قال رب هب لي من لدنك ذرية طيبة، إنك سميع الدعاء

Saat itu juga Zakaria segera berdoa kepada Rabbnya, "Ya Rabbku, karuniakanlah keturunan yang baik dari sisiMu kepadaku, karena sesungguhnya Engkau Maha Mendengar segala permintaan." [QS. An-Nisa: 38]
Ibnu Katsir rahimahullah di dalam buku tafsirnya mengomentari ayat ini, beliau menjelaskan: 

"Ketika melihat bahwa Allah menurunkan rezekiNya kepada Maryam berupa buah-buahan musim dingin di hari-hari musim panas dan begitu pula sebaliknya, Nabi Zakaria alaihis salam langsung kepikiran ingin meminta anak kepada Allah. Padahal, beliau adalah orang yang sudah berumur (renta), tulangnya sudah melemah dan rambutnya pun sudah dipenuhi uban. Ditambah lagi kondisi isteri beliau yang sama-sama berumur dan mandul.

Namun, dengan segala aspek penghalang untuk memiliki keturuan tersebut, beliau tidak putus asa dan tetap berdoa kepada Rabbnya."

Ya. Nabi yang telah menunggu bertahun-tahun untuk memiliki anak keturunan hingga memasuki masa senjanya itu tidak sekalipun berputus asa dari sayang Allah. Bahkan keyakinan beliau semakin kuat dan bertambah ketika melihat Allah dengan kuasa dan kehendakNya memberi buah-buahan yang mustahil ada di selain musimnya kepada Maryam sehingga beliau langsung memanjatkan sebuah permintaan kepada Allah agar diberi anak keturunan walaupun kondisi beliau dan isterinya tidak mendukung sama sekali.


Dan di akhir untaian doanya, beliau menutupnya dengan ucapan "Sesungguhnya Engkau ya Rabbku betul-betul mendengar setiap panjatan doa". Penutup dari sebuah doa yang indah dimana seorang hamba menunjukkan keyakinannya bahwa Allah pasti mendengar setiap doa dan permintaan hamba-hambaNya yang memang berdoa dan meminta hanya kepadaNya saja, tidak kepada selainNya.

• Allah Maha Kuasa untuk membantu hambaNya. Ya, kita juga harus meyakini hal ini, percaya bahwa Allah itu Maha Kuasa dan Mampu untuk menolong hambaNya, sesulit apapun kondisi hamba tadi dan seberat apapun permintaannya.

Bukankah Allah yang menciptakan, mengatur, dan memiliki alam semesta ini beserta seluruh isinya!? Menolong satu hambaNya dan memenuhi permintaannya itu tentu lebih mudah lagi bagi Allah Sang Pencipta seluruh semesta ini, Sang Pemilik segala kekayaan bumi dan langit.

Allah telah menegaskan di Al-Qur'anul Karim bahwa Dia Maha Mampu untuk membantu hambaNya yang meminta bantuanNya. Sangat mudah bagi Allah untuk memenuhi setiap doa yang dipanjatkan hambaNya; jika Allah berkehendak terhadap sesuatu agar terjadi niscaya itu akan terjadi dengan mudah tanpa ada yang bisa menghalangi kehendak kekuasaan Allah tersebut.

إنما قولنا لشيئ إذا أردناه أن نقول له كن فيكون

Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun (jadilah)", maka jadilah ia. [QS. An-Nahl: 40]
Dengan meyakini kuasa Allah atas segala sesuatunya, Nabi Zakaria yang sudah tua renta tadi sama sekali tidak pupus harapan untuk mendapat seorang anak. Beliau tetap berdoa dengan sebuah doa yang Allah abadikan di dalam kitab suciNya.

Begitu pula halnya Maryam, seorang wanita shalihah yang sangat menjaga kesucian dirinya. Ketika ia diberitahu bahwa ia akan memiliki seorang anak, wanita suci ini lantas bertanya-tanya keheranan, "Bagaimana bisa aku punya anak sedang diriku belum disentuh oleh seorangpun lelaki", pikirnya.

قالت رب أنى يكون لي ولد ولم يمسسني بشر، قال كذلك الله يخلق ما يشاء، إذا قضى أمرا فإنما يقول له كن فيكون

Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun". Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia. [QS. Ali Imran: 47]
Betul. Jika Allah sudah berkehendak terhadap sesuatu maka tidak akan ada yang dapat menghalangi kehendak Allah tersebut. Jika Allah sudah menetapkan sesuatu untuk terjadi maka tidak ada satupun makhluk yang dapat menggagalkannya. Dialah Allah Sang Penguasa, Pemilik, Pencipta, dan Pengatur alam semesta beserta isinya.

Dengan membawa keyakinan seperti inilah, seorang Zakaria yang sudah renta meminta anak. Dengan mendengar keyakinan seperti inilah, seorang Maryam si wanita shalihah nan suci menerima takdirnya untuk mengandung dan melahirkan salah satu nabi hebat dari kalangan Bani Israil. Dan dengan memiliki keyakinan seperti inilah, seorang nabi terakhir, Nabi Muhammad, tidak pernah lupa untuk berdoa dan terus meminta kepada Allah di setiap kesempatan dan kondisi beliau.

• Disamping dua hal tadi, kita juga harus percaya betul-betul bahwa Allah itu sangat dekat dan sangat sayang kepada hamba-hambaNya yang beriman dan taat kepadaNya. Allah tidak mungkin mengabaikan suara dan permintaan hamba-hambaNya yang beriman.

Allah itu sangat dekat dengan hamba-hambaNya, terlebih hambaNya yang taat dan patuh terhadap perintah dan laranganNya. Allah itu sangat sayang terhadap hamba-hambaNya yang beriman, lebih-lebih hambaNya yang bertakwa dan bersungguh-sungguh untuk tidak menyekutukannya dalam beribadah.

"Kabarkan bahwa Allah begitu dekat dengan hamba-hambaNya dan Dia akan memenuhi permintaan hambaNya yang meminta hanya kepadaNya", begitulah Allah perintahkan Rasul utusanNya untuk menceritakan bagaimana dekat dan sayangNya terhadap para hambaNya.

وإذا سألك عبادي عني فإني قريب، أجيب دعوة الداع إذا دعان

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. [QS. Al-Baqarah: 186]
Kendati demikian, suatu permintaan kadang-kadang tidak langsung Allah berikan dan penuhi karena Allah Maha Tahu dan lebih tahu mana yang terbaik bagi hambaNya tersebut; dan ini adalah salah satu bentuk sayang Allah kepadanya.

Demikian artikel Alukatsir Blog kali ini. Semoga bermanfaat bagi penulis dan segenap Pembaca blog ini. Amin.

***

Disusun oleh hamba yang selalu butuh kepada ampunan dan kasih Rabbnya:

Syadam Husein Abdullah
di Mataram, 8 September 2017

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram